Anjing kami, nenek buyutnya bernama Ryu, dari nama anjing di serial Rindu – rindu Aizawa TPI, aku duduk di kelas tiga SD saat itu.
Anak anjing ini tidak bertahan sampai dewasa dan mati muda
.

Usiaku saat ini 21 tahun, tidak terasa 14 tahun telah berlalu sejak aku duduk dibangku SD kelas 2. Natal merupakan saat – saat yang sangat indah bagi kami. Baju baru, kue – kue, sirup, kembang api, lagu gereja, dan teman – teman membuat hari – hari itu penuh dengan sukacita.
Ikut menyanyi dalam vokal grup di gereja kecil kami sangat menyenangkan. Kami telah berlatih selama beberapa minggu dan puncaknya adalah pada malam natal sekolah minggu. Yang hadir tentu saja para orang tua, segenap anak sekolah minggu, dan jemaat. Meski saat itu vokal grup kami hanya diiringi oleh gitar sebagai alat musiknya, kami sangat bergembira.
Kami juga bermain drama, “Perumpamaan Tentang Anak yang Hilang” merupakan pengalaman drama pertama bagiku. Walaupun pada saat itu aku hanya berperan sebagai teman foya – foya si anak bungsu, dan salah satu dari pekerja sang bapa, aku sangat bersemangat.
Pemeran inti dari drama tersebut terdiri dari beberapa anak SMP. Dan kami menjadi figuran
. Kami berfoya – foya dengan kacang Garuda dan adikku yang masih TK sedikit rewel karena tidak kebagian kacang. Drama itu sukses dan ditutup dengan nyanyian. Masa – masa yang manis ternyata banyak aku rasakan saat kanak – kanak.
Tinggal beberapa bulan lagi kuliah ku selesai (aku harap begitu) dan aku akan pulang ke kampung halaman untuk meneruskan hidupku disana. Aku akan mencari kerja dan menghidupi diriku sendiri. Hmmm….Aku berharap mendapat penghasilan yang layak dan dapat membantu kedua orang tua, saudara, dan orang – orang sekitar, dan tidak lupa
untuk diriku sendiri.
Rumah kami terasa sempit untuk 6 orang, yah.. memang sudah diperlebar namun masih saja terasa sempit karena barang – barang kami sangat banyak. Mulai dari piring – piring, gelas, segala macam perlengkapan memasak yang ukurannya besar dan memakan tempat, hingga pakaian – pakaian yang berhamburan dimana – mana karena kapasitas lemari yang sudah tidak muat lagi untuk pakaian sebanyak itu.
Aku sempat berpikir, bila aku sudah memiliki pekerjaan sendiri maka aku ingin memiliki rumah sendiri pula. Jadi aku bisa bebas mengatur rumahku sesuka hatiku, mengisi rumahku dengan barang – barang dan meletakannya dengan teratur. Namun, ada beberapa hal yang mengganjal selama aku merencanakan hidupku diatas, apa yang akan dikatakan oleh orang – orang disekitar kami, para tetangga, teman – teman, dan sanak saudara. Mereka pasti beranggapan kalau aku memilih untuk tinggal terpisah dari orang tua karena ada masalah yang terjadi diantara kami dan bertanya – tanya karenanya.
Aku bingung.
Aku tidak pernah bosan dengan mie yang satu ini. Sangat melegakan kalau ada sebungkus di kamar pada saat – saat genting yang mengharuskan ku untuk begadang, dan menghirup kuahnya yang panas saat terserang flu memberi kelegaan yang hampir setara dengan teh hangat pada waktu hujan.
- Ini bukan iklan -
Yang tersedia di kamarku saat ini untuk diminum adalah:
1. 1 botol air minum Nestle 1,5 liter
2. Coca Cola yang sudah tinggal seperempatnya saja yang aku minum dengan hati – hati dari tadi agar tidak cepat habis dan kunikmati sedikit demi sedikit.
Semut hitam entah dari mana datangnya naik ke mejaku dan masuk kedalam gelas Coca Cola ku. Ingin rasanya aku buang kumpulan hewan kecil itu yang entah sudah mati atau pingsan, mengambang di dalam gelas dan aku minum saja Coca Cola ku itu. Namun segera aku ingat bahwa mahkluk ini telah berjalan berkilo – kilo meter jauhnya (dalam ukuran semut) dengan kaki – kaki mereka dan pasti telah menginjak sekian jenis daratan baik yang bersih maupun yang kotor sekotor tempat sampah dan ijuk sapu yang habis menyapu kotoran kering kucing kosan.
Oh semut… Besok akan kubelikan Bagus Kapur Ajaib untukmu.
Saat kamarku jadi sangat kotor dan hampir setahun tidak dipel, saat sarang laba – laba bertambah banyak di sudut langit – langit, saat lubang pembuangan di kamar mandi tersumbat dan air menggenang setiap kali aku mandi, piring – piring kotor menumpuk, dan seprei tempat tidurku belum diganti, lemari pakaian penuh dan membuatku harus menyimpan beberapa potong pakaian dalam kantong plastik…Aku sangat tersiksa dengan pemandangan di bawah meja belajarku, setumpuk pakaian kotor menunggu untuk dicuci.
Hmmm….
Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!
Recent Comments